Minggu, 08 Oktober 2017

Mengamati panen madu lebah liar

Keringatku bercucuran. Di antara semak-semak, Aku bersembunyi. Rasa penasaranlah yaang membuatku bertahan di posisi ini. Tim yang akan memanen lebah liar sudah berjalan mendekati pohon sialang 30 menit lalu. Tapi sampai sekarang, tanda-tanda mereka akan memanjat pohon sialang yang dijadikan sarang lebah belum juga terlihat. Ini merupakan pengalaman pertamaku melihat orang memanen madu lebah liar. Lebar tersebut termasuk spesies Apis dorsata, salah satu spesies lebah yang banyak terdapat di daerah Riau dan Sumatera Barat. Meskipun berjarak sekitar 50 meter, tempat persembunyianku ini kuanggap jarak yang aman dari serangan Lebah. Aku punya hanya bisa diam dan berdoa semoga pemanjat selamat.

Tinggal sepuluh menit lagi menjelang tengah hari, saat kulihat seseorang mulai memanjat pohon. Dengan menggunakan pakaian serba hitam layaknya ninja, dia memanjat. Resiko yang dihadapi seorang pemanjat pohon untuk mencari lebah memang sangat tinggi, karena nyawa yang menjadi taruhannya. Selain harus memiliki keahlian memanjant, dia juga harus berani menghadapi amukan lebah liar yang terusik ketika sarang mereka diganggu.

Karena sarang lebah biasanya tersebar dari dahan satu ke dahan lainnya. Maka pemanjat harus melakukan nya dengan sangat sabar dan hari-hari. Setelah mengambil madu dari dahan satu, kemudian harus pindah ke dahan berikutnya. Pohon yang akan diambil madunya kali ini, sebenarnya belum mencapai masa pane raya. Hanya Ada belasan sarang saja yang terlihat dari tempat ku bersembunyi. 

Madu yang diambil kali ini akan kugunakan untuk melakukan penelitian. Meskipun masih calon peneliti, alhamdulillah Aku sudah diberikan tanggung jawab untuk memegang judul penelitian mengenai identifikasi zat tambahan dalam madu palsu/campuran. Sebenarnya ini tugas yang berat, namun Aku menyanggupinya karena hidup harus berani mengambil resiko. Kenapa sangat sulit? Karena sejauh ini, penelitian untuk menguji keaslian madu sudah banyak dilakukan, namun cara paling efektif belum juga ditemukan. Pengijian kemurnian madu dilakukan di laboratorium yang memiliki peralatan canggih dengan peralatan yang canggih juga tentunya. Bahkan di Indonesia, hanya laboratorium kimia UI yang sudah melakukan penelitian ini. Sedangkan laboratorium tempatku bekerja, peralatannya masih sangat sederhana. Tapi di sinilah tantangannya, apakah Aku bisa menemukan cara yg efektif untuk menguji kemurnian madu? Tentu saja belum, aku tidak boleh berhayal terlalu tinggi, nanti sakit begitu menyadari kenyataan dan terjatuh. Namun yg bisa kulakulan hanyalah menguji zat-zat yang ditambahkan dalam pembuatan madu palsu. Beberapa zat digunakan dalam pembuatan madu campuran/palsu sudah diketahui, beberapa zat ada yang meimblkan reaksi apabila ditambahkan reagent. Namun bagaimana hasil reaksi terhadap madu campuran, belum diketahui. Tugasku lah untuk membuktikannya. Itu sih harapanku.

Kembali ke suasana pengintaian, dari jarak 50 meter pun ternyata sudah terdengar suara amukan lebah yang sedang tergaggu ketika pemanjat mulai memotong sarang yang mengandung lebah. Rasa penasaranlah yang membuatku melakukan pengamatan ini. Selain itu, aku harus memastikan bahwa madu yang kukumpulkan dalam perjalan dinas kali ini benar-benar asli dari sarang nya?

Dua puluh menit berlaku, sepertinya sudah banyak sarang yang diambil madunya. Ternyata, lumayan cepat juga kerja para pemanen madu ini. Mungkin mereka memang harus gesit karena semakin lama mereka kerja, semakin tinggi resiko yang mereka tanggung. Padahal, para pemanjat ini usia nya masih tergolong muda. Ada yang berusia belasan, awal 20an dan hanya satu orang yang berumur akhir 30-an. Hanya satu orang yang memanjat, katanya yang berusia awal 20-an. Aku lupa menanyakan namanya, mungkin nanti saja setelah kegiatan selesai kami bisa berkenalan.

Tidak banyak yang dapat kulihat dari tempat pesembyianku. Namun Aku berhasil merekam proses pengambilan madu dengan kamera handphoneku dan mengambil beberapa gambar, meskipun hasilnya tidak begitu bagus. Kakiku sudah terasa kesemutan, haruskah Aku keluar dari tempat persembunyian dan pergi menjauh, lalu bersembunyi di dalam sejuknya mobil strada yang sudah pasti AC nya dinyalakan? Namun ketika kudengar suara amukan lebah, kuurungkan niatku. Aku takut, ketika berpindah tempat, sudah pasti akan mengeluarkan bunyi, dan itu bisa mengundang lebah untuk mendekat dan menyerang. 

Kakiku mulai terasa panas. Rupanya posisi kaki tidak terlindung dari sengatan sinar matahari. Segera kupindahkan ke posisi semuala, meskipun nanti pasti akan kesemutan lagi. Tapi tidak apa, daripada panas terbakar sinar matahari. Apalagi aku memakai sepatu bot yang terbuang dari karet, membuat kaki serasa berada di dalam sauna.

Kusekat keringat di pelipis dengan tangan. Untungnya Aku memakai jaket hood lengan panjang, jadi bagian lengan bisa kujadikan lap keringat. Meskipun sangat panas, apalagi warna nya hitam, tapi Aku berfikir positip saja, Aku bisa terlindung dari sengatan sinar matahari, terlindung dari sengatan lebah dan anggap saja kalau sedang berada di sauna. Selain itu, Aku sudah membawa pocari sweat, jadi ion tubuh yang keluar melalui keringat bisa tergantikan. Go ion.

Setelah 40 menit  berlalu, aku memutuskan untuk beranak saja dari tempat persembunyaian. Kulihat kiri kanan, rupanya rekan kerjakan sudah tidak ada. Maka dengan mengucapkan bismillah aku pun beranjak dari tempat persembunyaian menuju mobil yang terparkir lumayan jauh di pinggir jalan.

Setelah berjalan sekitar 10 menit, akhirnya sampai juga di mobil. Namun rupanya kondisi di mobil pun masih terasa panas meskipun ac nya dinyalakan. Maka kuputiskan untuk berteduh di bawah pohon mangium bersama rekan lainnya sambil menikmati pocari swear dan wafer Selamat. 

Seminar MAPEKI XX 2017

Seminar Nasional MAPEKI XX (Masyarakat Peneliti kayu ke-20) tahun 2017 mengambil tema “Kelestarian Hutan dan Produk Hasil Hutan untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Acara ini dilaksanakan di Denpasar, Bali tanggal 25 September 2017 di Sunset Garden Convention Centre. Peserta mempresentasikan berbagai makalah dalam hal peran ilmu kayu dan hasil hutan dalam pembangunan Indonesia. Seminar MAPEKI XX memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk diskusi dan bertukar ide, melakukan kerjasama dan membentuk jaringan.
Pembicara kunci untuk seminar MAPEKI XX terdiri dari 3 (tiga) orang ahli di bidang Keilmuan, Bisnis, dan Birokrasi di bidang kehutanan dan Hasil Hutan. Peserta MAPEKI XX sebanyak 112 orang termasuk peneliti, pihak industri hasil hutan, dan instansi pemerintah dari seluruh Indonesia. Sebanyak 81 hasil penelitian di presentasikan dan 13 poster disajikan.
Acara dimulai dengan sambutan ketua seminar yaitu Dr. Tomy Listyanto. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan rasa syukurnya karena acara MAPEKI XX dapat dilaksanakan di Bali dan bisa beriringan dengan  9th International Symposium of IWORS dan 9th PRWAC Conference and IAWAS Meeting. Beliau juga menyampaiakn rasa terimakasih kepada seluruh panitia yang sudah berusaha semaksimal mungkin agar acara ini dapat terlaksana dengan baik dan tidak mengecewakan. Hasil seminar juga direncanakan akan diterbitkan dalam jurnal elektronik yang terdaftar. Sambutan berikutnya disampaikan oleh ketua MAPEKI, Dr. Joko Sulistyo. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan bahawa MAPEKI akan menerbitkan wood research journal yang nantinya dapat diakses semua orang. Beliau juga menyampaikan rasa syukurnya karena seminar ini mendapat banyak dukungan dan sponsor dari beberapa pihak seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Perum Perhutani, PT. Nusantara Sawit Persada, Asia Pulp and Paper, Mitsui Suitomo Insurace Group, Serayu Group, CV. Parta Wood, APRIL Group, Gesellschaft fur Internationalse Zusammenarbeit, dan PT. Rakabu Sejahtera yang merupakan salah satu perusahaan milik keluarga Presidaen Republik Indoenisa saat ini dan salah seorang alumni Fakultas Kehutanan UGM, Presiden Joko Widodo. Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Budiadi menyampaikan sambutan terakhir sekaligus membuka acara secara simbolis. Dalam sembutannya, beliau menyampaiakan bahwa pelaksanaan seminar MAPEKI yang ke 20 ini merupakan sebuah prestasi. Saat ini, MAPEKI juga semakin luas menjangkau forum ilmiah yang melibatkan bidang-bidang keilmuan lain, bukan hanya kayu dan non kayu. Seminar kali ini melibatkan industri hulu yang memproduksi bahan baku, industri pengolahan, bahkan bagian hilir sekali yakni dengan adanya keterlibatan dari bea dan cukai. Negara maju saat ini sudah menggunakan produk yang renewable dan Indonesia harus bisa mengikuti perkembangan jaman dan berharap pemanfaatan hasil hutan yang bernilai tinggi mendukung kemajuan di masa datang. Kita tidak boleh gentar dengan ancaman sistem ekonomi kapitalis yang menganggap penggunaan kayu dapat mengancam kelestarian lingkungan dan mengaggap pemanfaatan sebagai usaha eksploitasi bukan hanya renewable. Saat ini variasi bahan baku semakin banyak dan jenis lesser known benyak yang belum dilakukan budidayanya. Oleh karena itu, kita juga harus bisa melibatkan pihak lain agar tidak terjadi eksploitasi yang berlebihan yang dapat mengancam kelestarian. Jaringan komunikasi harus semakin diperkuat antar lembaga dan dapat melahirkan gagasan yang implementatif, efisien, dan lestari.
Setelah pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan penyampaian presentasi oleh pembica kunci. Pembicara kunci yang pertama adalah Ir. Agus Prastawa MBA yang mewakili bidang bisnis. Beliau adalah Direktur Perencanaan dan Pembangunan Bisnis Perum Perhutani. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan “Stategi Perhutani dalam Menyediakan Kayu untuk Pembangunan Infrastruktur dan Perumahan”. Saat ini, Perum Perhutani mengelola 2.4 juta Ha yang terdiri dari 1.4 juta Ha lahan produksi, 0.6 juta Ha hutan lindung, dan sisanya hutan produksi terbatas. Jenis yang ditanam Perhutani meliputi jati, pinus, mahoni, sengon, sonokeling, dan mindi. Meskipun luasan hutan jati (500.000 m2) hampir 4 kali luasan pinus (121.000 m2), namun pendapatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dari getah pinus mampu menyalip pendapatan dari kayu secara keseluruhan. Pembelian kayu juga sudah dipermudah melalui sitem online. Penggunaan sistem ini ternyata mampu memangkas biaya pembelian kayu oleh konsumen. Perhutani juga memiliki Pusat Penelitian dan Pengembangan di Cepu. Perhutani membuka peluang bagi para peneliti yang mau berkolaborasi dengan peneliti dari perum Perhutani di masa yang akan datang.  
Dalam bidang Keilmuan, yang menjadi pembicara kunci adalah Dr. Budiadi, S.Hut, M.Agr.Sc yang merupakan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Dalam kesempatan ini, beliau mempresentasikan “Pengembangan Agroforestri dalam Mendukung Pasokan Kebutuhan Kayu Berkualitas”.  Dalam kegiatan Agroforestry, kualitas kayu menjadi hal yang tidak diprioritaskan karena tidak ada tuntutan untuk menghasilkan kayu berkulitas. Perlu adanya peneliti yang mampu mengetahui kondisi optimum dari interaksi antar kayu dan non kayu. Dalam Agroforestery sering terjadi kekhawatiran di mana terjadi kompetisi antara kayu dan non-kayu. Mandat praktisi agroforestri lebih tinggi karena harus memperhatikan produksi selain kayu dan memanfaatkan lahan terbatas menghasilkan kondisi optimum.
Pembicara kunci yang terakhir disampaikan oleh Ir. Oentarto Wibowo, M.P.A, seorang Kepala Kantor Wilayah Jakarta, Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Beliau memperesentasikan “Peran Teknologi Kayu dalam mendukung tugas dan fungsi bead an cukai pada perdagangan Internasional. Meskipunsaat ini lembaga bea cukai memiliki laoratorium tersendiri, namun kedepannya perlu kerjasama dengan peneliti dari kehutanan untuk mengamankan aset Negara dan melindungi dari penyelundupan. Dari pengalaman beliau, ternyata pengetahuan jenis kayu mampu mencegah penyelundupan narkoba yang dilakukan melalui bingkai lukisan yang diasuransikan.
Acara selanjutnya dilanjutkan dengan sesi pararel. Materi seminar dibagi ke dalam 4 ruangan dengan masing-masing kelompok, yang meliputi konversi biomaterial, rekayasa biomaterial, sifat dasar, dan kehutanan umum. Setiap kelompok menyertakan pembicara undangan. Presentasi disampaikan dalam beberapa sesi. Setiap sesi terdiri dari 4 presenter yang dimoderatori oleh seorang moderator.   

Jumat, 06 Oktober 2017

Merbau (Intsia palembanica, Miq)

Merbau (Intsia palembanica, Miq) merupakan salah satu jenis pohon. Di Indonesia, merbau mengarah pada dua jenis pohon yang berbeda spesies, yaitu Intsia bijuga dan intsia palembanica. Kedua spesies tersebut memiliki karakteritik yang hampir sama. Cara yang paling mudah untuk membedakannya adalah dengan melihat jumlah daun dalam satu tangkai. Instia bijunga hanya memiliki dua pasang anak daun dalam satu tangkai sedangkan Instsia paembanica memiliki tiga pasang daun atau lebih. 
Instsia palembancia merupakan satu dari delapan spesies Intsia yang tersebar luas mulai dari Afrika Timur dan Madagaskar di sebelah barat ke timur hingga Melanisia, Mikronesia, dan bagian utara Australia. Tiga spesiesnya terdapat di kawasan Malesia (Indo-Malaya, Indonesia, Filipina) dengan jenis Intsia bijuga yang tersebar paling luas. Karena tersebar luas, kayu ini memiliki nama lain sesuai daerah sebarannya seperti Vesi; V`ula; Tat-talun; Miraboo laut; Miraboo; Marbau; Makhamong; Lumpho; Lumpha; Lum-pho; Go nuoe; Borneo teak; Anglai; Merbau (United Kingdom); Lum-paw (Thailand); Moluccan ironwood (United Kingdom); Merbau (Netherlands); Kalabau (China); Kwila (Australia); Hintsy (Madagascar); Komu (New Caledonia); Kwila (Papua New Guinea); Gonuo (Vietnam); Ipil laut (Philippines); Ipil (Philippines); Merbau (Sarawak); Merbau (Indonesia); Mirabow (Sabah).
Dalam istilah kayu perdagangan internasional, merbau dikenal juga sebagai Borneo teak atau jati Kalimantan karena warna kayunya yang mirip dengan kayu jati. Kayu merbau biasanya digunakan untuk berbagai keperluan seperti membuat parket (flooring), furniture, kayu bangunan, decking dengan finger joins, panel, instrument musik, kapal, arang, container, dan lainnya. Selain digunakan kayunya, merbau juga dimanfaatkan bagian lainnya. Kayu merbau dilaporkan akan berwarna hitam apabila mengandung besi, hal tersebut dijadikan petunjuk untuk mengetahui tambang besi. Bagian kulit pohon dan kayu dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami. Kulit pohon dan daunnya juga digunakan sebagai bahan obat tradisional. Biji yang masih muda juga bisa dimakan di beberapa daerah.  
Pohon merbau  berukuran sedang sampai besar, tinggi bisa mencapai 50 m. Batang utamanya kadang tidak bercabang hinga ketinggian 22 m dengan diameter bisa mencapai 150 cm. Akar yang berfungsi sebagai penopang bisa mencapai kedalaman 4 meter. Daunnya berbentuk majemuk, menyisip 3 pasang helai atau lebih yang menyebar berlawanan. Helai daun memiliki bilah tebal yang biasanya berbentuk telur atau oval, dengan bagian ujung agak meruncing dan sedikit berlekuk. Buncis bunganya bisa mencapai 10 cm dengan bunga berwarna kekuningan pucat. Buahnya yang halus berwarna coklat atau hitam saat matang sepanjang 5 sampai 9 cm dan mengandung beberapa biji.
Intsia palembanica sering tumbuh di dekat pantai, tapi ditemukan juga di hutan rimba pada ketinggian sampai 1000 mdpl.  Umumnya tumbuh di hutan dataran rendah, atau pada zona transisi di belakang hutan mangrove. Posisi ini lebih menyukai posisi di bawah sinar matahari penuh, terutama pada saat awal pertumbuhan. Tanaman sangat toleran terhadap tanah salin dan angin yang mengandung garam. Tanaman yang ditanam juga cukup toleran terhadap kekeringan.
Kayu merbau memiliki aroma yang segar ketika baru ditebang. Kayu gubal dapat dibedakan dengan mudah berwarna kuning pucat. Batas antara kayu gubal dan teras sangat jelas. Warna Kayu teras bervariasi dari abu-abu kecoklatan, perunggu, coklat tua, sampai gelap. Serat kayu tidak selalu lurus, kadang saling bertautan. Tekstur kayu agak kasar dan homogen. Ketahanan alami tergolong sangat tahan, tapi kayu gubal rentan terhadap serangan jamur dan serangga. Index durabilitas alam (1 = durabilitas tinggi, 7 durabilitas rendah) masuk kelas 2. Kandungan silica hampir tidak ada. Tingkat resistensi terhadap ipregnasi tergolong sangat sulit ketika dimasuki bahan pengawet.
Pengeringan kayu sangat sulit dilakukan dengan kerusakan yang cukup parah, kecuali ditangani dengan hati-hati. Kayu dapat bengkok dan roboh pada saat dikeringkan karena penyusutan yang berlebihan. Penggergajian pada kayu ini dilaporkan sulit dilakukan. Selama penggergajian, mata pisau dapat tertutupi getah. Untuk pembuatan veneer dengan rotary veneer dan sliced veneer, spesies ini memungkinkan, tapi tidak disarankan karena kepadatannya yang tinggi. Penumpuluan alat potong termasuk kelas sedang. Hal yang sulit dilakukan adalah operasi pemesian dan pemakuan. Hal yang mudah dilakukan adalah pengeleman, pengeboran, dan finishing. Respon spesies ini dalam finishing bagus, tapi harus terlindungi dari kelembaban sampai finishing selesai. Pewarnaan sangat mudah dilakukan dan hasil polishing menghasilkan warna dan polesh yang sangat memuaskan, namun membutuhkan banyak filling. Penyerutan dilakukan dengan penurunan sudut pemotongan sampai 20 derajat dianggap sangat menguntungkan.
Berat jenis kayu dilaporkan memiliki rata-rata 0.71. Sifat Kimia kayu belum ada yang melaporkan. Sifat mekanika kayu sudah dilakukan pada kadar air 12%. Sifat mekanika yang sudah diketahui antara lain: bending strength (MOR) 1273 Kgf/cm2, MOE 638 Kgf/cm2, kekuatan tekan sejajar serat 638 Kgf/cm2, kekutan tekan tegak lurus serat 92 Kgf/cm2, kekuatan geser 127 Kgf/cm2, dan Kekerasan 678 Kgf/cm2.

Perbanyakan dilakuan secara generative dengan mengecambahkan biji. Biji akan berkecambah mulai hari ke-5 setelah perlakuan. Meskipun sangat mudah dibudidayakan, belum banyak yang melakukan budidaya merbau karena jenis ini tergolong lambat tumbuh.

Minggu, 01 Oktober 2017

Nekat

Waktu sudah menunjukan pukul 01.40 siang. Kubuka google maps, ternyata perjalanan dari Pantai Lovina menuju Tanah Lot membutuhkan waktu sekitar 2 jam 24 menit, dengan jarak tempuh 79 km. Berarti masih ada waktu untuk menikmati suasana matahari terbenam di Tanah Lot. Namun, jalan yang harus kutempuh sedikit berbeda dengan saat berangkat tadi, melewati daerah Gigit. Meskipun berbeda jalur, kuputuskan saja lewat jalur baru sambil berpetualang. Selain itu, jalur ini melewati Danau Tambilngan yang tadi belum sempat kukunjungi. Di lain sisi, Bali itu Pulau wisata. Mana mungkin ada jalan sepi dan bajing loncat seperti di Pulau Sumatera. Jadi jalan yang akan kutempuh kemungkinan besar aman.
Setelah 20 menit perjalanan, nyaliku sedikit menciut. Celaka, jalan yang kutempuh ini ternyata sangat berliku dan terus menanjak lebih terjal daripada jalur Gitgit. Disisi kiri terlihat pemandangan bukit yang begitu terjal. Lalu ketika jalur aspal berhenti, dilanjutkan dengan jalur berbatu, yang mungkin bukan jalur yang biasa ditempuh para wisatawan karena kondisi aspal yang sudah terkikis menyisakan bebatuan, Aku sedikit ragu. Tapi apapun yang terjadi, biarlah terjadi. Hidup ini hanyalah milik Allah, kalau memang nyawaku cukup sampai disini, mau apa lagi? Meskipun mempunyai banyak dosa, dan belum sempat taubat nasuha, Aku hanya bisa pasrah. Lalu kupanjatkan doa dalam hati agar diberikan kelancaran dan keselamatan sehingga bisa selamat sampai tujuan. Doa naik kendaraan juga kubaca lagi. Aku harus yakin kalau Allah akan mengabulkan doaku. Apalagi aku dalam keadaan musafir, yang doanya selalu diijabah. Dengan mengucapkan basmalah, kuputuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan motor scoopy rental. Semoga sepeda motornya sehat walafiat dan tidak mogok di tengah perjalanan.
Whatever will be, will be. The future not ours to see. Que sera-sera”. Aku jadi teringat lirik sebuah lagu. Apapun yang terjadi, biarlah terjadi. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Jangan takut atau bimbang, karena keraguan hanya akan membawa kepada penyesalan. Apalagi sebagai seorang rimbawan yang cinta petualangan, sudah biasa keluar masuk hutan, bahkan pernah tersesat di hutan, kenapa melewati jalan sedikit rusak saja harus takut? Selain itu, jalan ini masih ada dalam google maps.  Seperti biasa, pikiranku tidak pernah berhenti berpikir. Yang jelas aku tidak boleh melamun, nanti malah kena sambet atau masuk jurang.
Jalan aspal berbatu rupanya dilanjutkan dengan jalan semen dua jalur. Tebing dan jurang sudah tidak terlihat lagi, yang ada hanyalah areal perkebunan dengan konisi kontur yang tergolong datar. Kuuikuti saja jalur yang ada karena tidak ada pilihan jalan lain. Namun saat jalan semen 2 jalur berakhir dan dilanjutkan jalan semen 1 jalur Aku mulai khawatir lagi, apalagi jalan yang kutempuh rupanya keluar dari jalur yang dianjurkan google maps. Rupanya aku salah belok. Kuputuskan saja untuk berputar, namun jalur yang dianjurkan justru lebih parah dari jalur tadi, sudah tidak ada jalur semen. Untungnya ada bapak-bapak yang sedang berkebun, Akupun memberanikan diri bertanya.
“Permisi Bli. Numpang Tanya. Kalau jalan terdekat menuju jalan besar lewat arah mana ya?”
“Tidak bisa lewat sini. Ini jalan kebun. Sebaiknya Bapak putar arah, belok kiri dan terus saja sampai ketemu jalan aspal. Memangnya bapak darimana? Kenapa bisa sampai kesini?” Tanyanya balik.
“Saya dari Bogor Bli, tadi dari Pantai Lovina, dari peta katanya lewat sini bisa lebih cepat”. Jawabku sambil pamit dan mengucapkan terimakasih.
Rupanya jalur yang disarankan adalah jalur semen satu yang tadi sempat kuanggap salah jalan karena tidak ada di google maps. Beberapa detik kemudian, Aku bertanya pada seorang bocah kecil yang sepertinya mengalami sedikit kecelakaan karena lututnya berdarah. Dia terjatuh saat main petak umpet, katanya dan dia juga mengatakan kalau jalan yang kutempuh sudah benar. Anak kecil biasanya bicara jujur, jadi aku sudah tidak ragu lagi.  Tidak sampai 5 menit, jalan besar akhirnya ketemu juga. Alhamudlillah, kucapkan rasa syukur karena tidak tersesat lebih jauh.  Sambil mendengarkan arahan google maps, Aku melanjutkan perjalanan melewati danau Tamblingan, Danau Buyan, dan Danau Beratan sambil sesekai berhenti untuk sekedar mengambil foto.  

Di pertigaan menuju Kebun raya Bali rupanya ada masjid, padahal tadi juga meliwati situ. Mungkin karena tidak fokus mencari masjid, jadinya tidak terlihat. Maka kuputuskan untuk sholat dulu. Karena waktu belum menunjukan waktu ashar, maka aku sholat jamak qoshor takdim saja. Setelah sholat, kupanjatkan doa dan rasa syukur karen sejauh ini Allah masih menjagaku dan melindungi dari marabahaya. Setelah sholat, kulihat lagi google maps. Masih 51 km atau sekitar 1.5 jam menuju Tanah Lot. Namun kali ini jalan yang akan kutempuh hampir sama dengan jalan saat berangkat tadi, Dengan mengucapkan basmallah, Akupun melanjutkan perjalanan.   

Jumat, 29 September 2017

Tips Pulang Cepat Menuju Kuta Setelah Melihat Sunset di Tanah Lot denganSepeda Motor

Melihat sunset di tanah lot merupakan salah satu wisata yang diminati. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya kendaraan yang diparkir, mulai dari sepeda motor, mobil, bankan bus yang jumlahnya mencapai puluhan. Bisa dibayangkan bagaimana penuhnya tempat wisata satu ini.

Apabila semua pengunjung langsung pulang setelah melihat sunset, bisa dibayangkan bagaimana macetnya bukan? Apalagi kalau sebagian pengunjung menginap di daerah kuta. Maka dari itu, berikut ini saya bagikan tips nya agar terhindar dari macet yang sangat parah.

1. Isilah bensin/pertalite/pertamax motor anda. Jangan sampai pas perjalanan pulang, bensin anda rest. Mengisi bensin bisa memakan banyak waktu, apalagi kalau antriannya panjang.
2. Pastikan batere handphone anda mencukupi sampai tempat tujuan anda. Tips ini dikhususkan bagi wisatawan yang tidak begitu mengenal jalan sehingga menggunakan google maps untuk memandu perjalan anda.
3. Parkirlah ditempat terdekat dengan anda ketika melihat sunset. Jadi, anda bisa langsung menuju motor setelah peristiwa matahari terbenam selesai anda tonton.
4. Biasanya tetap saja ada kendaraan yang lebih dulu keluar daripada anda, entah itu karena mereka lebih gerak cepat atau tidak melihat sunset. Maka saliplah kendaraan di depan apabila memungkinkan, biasanya di lampu rambu lalu lintas, pengkolan, dan sebagainya. 
5. Hati-hati ketika berkendara, perhatikan rambu lalu lintas. Kalau lampu sudah berwarna jingga, artinya pelankan kendaraan anda jangan sampai anda tetap maju sedangkan dari arah lain maju juga. Anda bisa terpaksa belok kiri, keluar dari jalur yang disarankan google maps. Apabila itu terjadi, maka anda putar arah. Jangan dengarkan pilihan lain yang menyarankan anda tetap lurus ke depan. karena anda harus ingat, pantai ada di sebelah kanan anda. Apabila anda ke arah kiri dari jalur sebelumnya karena terpaksa, artinya anda akan disuruh mengikuti jalur alternatif yang bisa jadi lebih jauh.

Selasa, 26 September 2017

Saya rindu membaca novel

Waktu masih SMP, novel yang paling saya sukai adalah novel detektif. karena pada saat itu, hal-hal berbau detektif sedang booming akibat muculnya beberapa komik detektif seperti detektif conan dan detektif kindaichi. Lalu, saya menemukan sebuah novel di taman bacaan tentang detektif. Dengan penasaran saya membacanya dan ternyata saya sangat menyukainya.

Dan ketika saya mebicarakan tentang novel detektif, sebagian orang akan mengira kalau saya menyukai novel karya Sir. Arthur Conan Doyle yang tak lain adalah Sherlock Holmes yang terkenal. tapi, novel yang saya maksud bukan itu, tetapi novel karya Agatha cristi. Saya tidak ingat judul novel apa yang pertama saya baca. Yang jelas, saya membacanya hampir tiap minggu. Novel tersebut harus disewa tentunya, namun uang jajan saya yang pas-pasan tidak membuat saya tidak bisa membacanya terlalu sering. Tapi dalam kurun waktu satu bulan, biasanya saya membaca dua buah novel. Dan saat kelas 3 SMP, saya juga suka membaca novel Harry Poter karena ada teman sekelas yang membeli novel tersebut dan merekomendasikan untuk saya baca. namun saat kelas 3, novel yang terbit baru 4 volume.

Menjelang SMA, tidak ada waktu untuk membaca novel karena padatnya jadwal. maklum saat itu saya tinggal di Asrama. Tapi untungnya ada teman yang hobi membaca dan mengkoleksi komik. Maka sayapun bisa numpang baca komik2 miliknya.

Saat kuliah, saya sudah melupakan asyiknya membaca novel ketika saat masih SMP. Tapi setelah lulus kuliah, belum dapat pekerjaan, dan saat itu sedang booming Twilight, saya pun penasaran membaca novel saga Twilight  setelah merasa puas menonton film pertamanya di bioskop. maka sayapun penasaran membaca novelnya dan kebetulan ada teman yang punya novel tersebut.

Setelah bekerja, terasaing di Pulau Seberang, saya mulai bosan dan mulai mencari hiburan. Untungnya saat itu ada teman yang merekomendasikan untuk membaca komik dan novel yang dimiliki perpustakaan IKPP. maka sayapun secepatnya segera mendaftar di perpustakaan agar bisa meminjam komik dan novel dengan gratis. Dan novel yang saya baca saat setelah bekerja ternyata lebih banyak dan bervariasi. karena saat itu, meminjam buku dan novel gratis sehingga saya bisa meminjam sepuasnya.

Tapi kini, setelah saya berkeluarga, sepertinya waktu untuk membaca novel semakin berkurang dan bisa dikatakan tidak ada sama sekali. Saya biasnya membaca novel diwatu senggang dan bisa membaca selam berjam jam karena semakin penasaran dengan kelanjutan cerita. namun saat ini saya tidak bisa melakukan itu. paling saya bisa baca 1 atau 2 jam. Sebagai akibatnya, saya tidakpernah menyelesaikan membaca novel yang saya baca...

Senin, 25 September 2017

Aku dan My Unforgettable Moment.

Aku....

Aku takut kehilangan dirimu
Aku takut, takut kehilanganmu
Aku takut kehilangan cintamu
Aku takut hidup tanpa dirimu
Aku tak akan bisa
Aku yang bisa gila
Bila kamu meninggalkanku....

Qo nulis kata "Aku" jadi inget lirik lagu Revublik ya?

Aku adalah anak gembala.... (Tasha)

Aku cinta kepadamu... (Ruth Sahanaya)

Akua.... (Aqua kali...)

Aku seorang lelaki yang pantang menyerah.... (Samson)
Nah ini baru cocok.

Tapi kata pertamanya diganti kata lain deh.

Seorang Opik Taupik Akbar itu.....
Sifat baik :
> Anak soleh dan berbakti pada orang tua
> Suami yang cinta keluarga (terutama anak dan istri)
> Suka menolong orang (kalo orang minta tolong n ga ditolong malah ga bisa tidur karena kepikiran terus). Jadi catat ya... Saya suka menolong bukan berarti saya orang yang gampangan dan mau aja disuruh-suruh. Saya suka menolong karena saya suka dan semoga amalan saya dibalas oleh Allah SWT. Saya tidak mau berharap mendapat imbalan ataupun ditolong oleh orang yang pernah saya tolong. Biarlah Allah yang menolong saya melalui perantara orang yang pernah saya tolong maupun orang lain.
> Suka matematika meskipun tidak terlalu pintar.
> Suka pergi jalan-jalan apalagi ke tempat yang belum pernah saya kunjungi.

Sifat Jelek :
> Pelupa karena terlalu banyak yang dipikirkan.
> Suka tidur (minimal 8 jam sehari). Kalo abis begadang, tidurnya bisa dirapel besok hari sampai 12 jam
> Suka malas apalagi kalo tidak ada tugas.
> Kurang rapi yang bisa dilihat dari meja kantor yang berantakan, pulang kerja barang-barang berserakan, suka lupa naruh kunci dan barang lainnya.
> Suka kepo
> Suka boros dan tidak pandai menabung.
> Kurang bagus dalam manajemen waktu.
> Suka khilap kalo sudah masuk ruang karaoke
> kata orang sih katanya tidak peka, terlalu asik dengan dunianya sendiri.
> Suka melamun atau menghayal

Pengalaman yang paling tidak terlupakan..... adalah saat jurit malam hari terakhir ospek di Asrama Silvasari IPB. Saat itu saya melakukan jurit malam sendirian keliling kampus IPB Darmaga dan harus melewati beberapa tempat angker serta menghadapi beberapa rintangan yang ditugaskan senior.
Jujur, sebelumnya saya termasuk penakut. bahkan sampai saat TPB (Tingkat Persiapan Bersama) IPB (Kuliah tingkat 1). Apalagi pada saat itu, lagi booming film Shutter dan Ju-On. Gara gara nonton film itu, saya tidak berani tidur sendiri - di Arsama sekamar ada 4 orang, jadi kalau malam hari teman2 saya belum pada dateng, saya ngungsi di kamar yang ada oangnya -, tidak berani melewati tangga pojok asrama, tidak berani jalan sendiri dari Bara ke Asrama TPB, tidak berani nyuci malam sendiri, tidak berani jalan dari Alhurriyah ke Asrama, dll.
Tapi malam terakhir OSPEK Asrama Sylvasari merubah saya menjadi lebih berani. Padahal Kampus IPB Darmaga itu banyak banget spot2 yang menyeramkan. Saya mulai kuliah tahun 2005 dan tamat tahun 2009. Berikut tempat2 angker di kampus IPB Darmaga yang ppantang untuk dilewati sendirian pada malam hari saat itu (bagi yang penakut).
1. Jalan dari Fakultas Peternakan menuju LSI. Disitu ada jalan setapak dengan kiri kanan berupa tanaman mengkudu dan pepohonan lainnya. Banyak mahasiswa yang mengalami kejadian mistis saat melewati jalan tersebtu.
2. jalan dari Alhurriyah meuju LSI. Masih daerah yang sama dekat jalan no 1.
3. Pohon buni dekat laboratorium Kimia Hasil hutan, Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan. katanya sih disitu ada kuntilanak nya. Untungnya sekarang pohonnya sudah ditumbang. Ga tau deh kemana perginya sang kuntilanak.
4. Jalan dari kantin kornita ke Balairung Fahutan
5. Jalan dari SMA Kornita sampai Asrama TPB Putra
6. Jalan dari Asrama TPB Putra ke Mesjid Alhurriyah.
Kalau pengalaman saya sih cuman itu aja jalan yang biasa saya lewati malam hari yang membuat bulu kuduk saya berdiri.

Tapi malam terakhir OSPEK Asrama Sylvasari membuat saya harus melewati jalan2 yang katanya banyak setannya yang sudah saya sebutkan sebelumnya seorang diri ditambah lagi jalan2 yang belum pernah saya lewati sebelumnya karena ngapain juga saya lewat situ malam-malam seperti :
1. jalan pintas dari Asrama Putra TPB ke Komplek perumahan dosen. jalannya masuk hutan yang jarang dilewati. Saya aja baru tau kalau disitu ada jalan.
2. Jalan menju komplek pemakaman dalam kampus dekat Asrama Putri TPB. Ternyata jalan tikus yang biasa saya liatin dengan penasaran. Nagapain juga saya jalan lewat situ yang tidak tahu akan membawa saya kemana?
3. Jalan melewati Fakultas Perikanan, Peternakan, Danau LSI, dan Gedung Perpustakaan. Emang ada orang lewat situ malam2?

Malam itu, saya pasrah saja. Kalau ajal saya sampai disitu, maka cabutlah nyawa saya dan buatlah panitia Ospek menyesali atas kematian saya. Saya juga sudah sangat lelah setelah melewati ospek 2 minggu selama 24 jam terus diawasi dengan tugas yang tidak manusiawi. Ditambah lagi tulang ekor saya cedera dan lecet2 sampai berdarah akibat kebanyakan situp di jalanan beraspal yang kasar. Kepalan tangan pun mulai bernanah akibat push up kepal yang baru saat itu saya lakukan. Dan entah mengapa pantat sayapun sangat terasa sakit rasanya dan rupanya ada bisul yang bersarang di sana yang membuat liburan 2 minggu yang saya jalani setelahnya berakhir telungkup di tempat tidur karena sakit yang tidak terkira.

Tapi entah mengapa, tidak ada rasa dendam sedikitpun kepada panitia dan kakak senior. Saya malah bersyukur saya sudah melewati hal-hal tersebut di Asrama Sylvasari. Ternyata saya cukup tangguh melewati cobaan fisik. bahkan saya menjadi lebih berani dan tidak takut melewati jalan2 angker di amlam hari. Ternyata semua itu bukan hanya perpeloncoan saja tetapi malah membentuk mental saya lebih baik. Kalau dibentak-bentak saya masih kaget, tapi saya tidak pernah ambil pusing. ESelama saya yakin benar, saya tidak perlu takut. Karena kalaupun saya salah, Saya percaya kalau Allah akan menghukum saya. Sayapun masih kaget kalo pada saat mennton adegan jump scare  dalam film horor. Tapi, saya bukanlah seorang penakut lagi. Bukan pula seorang yang pengecut.

Dan pencapaian yang paling berkesan tentu saja saya lulus OSPEK Asrama Sylvasari.
Karena pencapaian lainnya saya lalui tanpa rintangan yang berarti...

Masuk SMP Paling bagus di Tasikmalaya.... Gampang
Masuk SMA Plus Provinsi Jawa Barat..... Gampang
Masuk IPB melalui USMI (Ujian SAringan Masuk IPB)... Gampang
Masuk kerja di R&D PT. Arara Abadi.... Gampang
Masuk PNS.... Gampang

Dan tantangan berikutnya adalah mendapat beasiswa pasca sarjana ke luar negeri (kalau bisa AAS atau USAID biar beasiswanya besar dan bisa nabung buat bangun renovasi rumah) dan tentunya memperoleh Skor TOEFL 550 dulu. Semoga Allah membantu dan menghargai usaha Saya. Tapi sebelumnya, saya harus lulus dulu Diklat Peneliti Tingkat Pertama bualn November nanti.

(Udah ngantuk, ga sempet meriksa ada yg typo apa kagak)